ISO 9001:2015 - QS 4955

RSON Melaksanakan Kegiatan Otorisasi SOP

  • Kamis, 20 Juli 2017

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta, Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) semakin berbenah diri. Antara lain melakukan kegiatan Otorisasi SOP di Jakarta, Kamis - Jumat (20-21/7).  Kegiatan ini, yang dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Kemenpora, Dr. Samsudin, M.Pd, juga bertujuan untuk persiapan mendapatnya sertifikat ISO 9001: 2015. Mengingat otorisasi SOP ini merupakan salah satu persyaratannya.

Direktur RSON, Dr.dr.Basuki Supartono, SpOT, FICS, MARS dalam sambutannya mengatakan, saat ini RSON sedang dalam proses mendapatkan sertifikasi ISO 9001 : 2015. Hal ini merupakan bentuk komitmen RSON yang terus berbenah diri serta meningkatkan pelayanan kesehatan. Khususnya untuk atlet dalam rangka persiapan menghadapi Asian Games ke 18 tahun 2018 di Jakarta.

Dengan adanya kegiatan Otorisasi SOP RSON ini, diharapkan dapat meningkatkan serta menjaga kualitas pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, nyaman dan berkualitas serta dilakukan secara paripurna.

SOP menjadi salah satu persyaratan untuk mendapat sertifikasi ISO 9001: 2015. Sertifikat ISO 9001 : 2015 adalah suatu standar internasional untuk Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu atau sertifikasi sistem manajemen kualitas dari suatu lembaga/instansi. Dengan adanya ISO tersebut, diharapkan bahwa pelayanan yang dihasilkan oleh RSON, bila sudah mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Kualitas Internasional, akan berstandar kualitas terbaik.

Pelaksanaan kegiatan otorisasi SOP adalah untuk legalisasi SOP yang sebelumnya telah disusun oleh masing - masing unit pelayanan di RSON. Sehingga nantinya SOP dapat digunakan sebagai dasar pelayanan yang aman, nyaman dan berkualitas. SOP juga menjamin mutu pelayanan RSON yang telah terstandar.

Sejak dua tahun lalu yaitu tahun 2015, Direktur RSON Dr.dr.Basuki Supartono, SpOT, FICS, MARS beserta stafnya sudah membuat Standard Operating Procedure (SOP) atau dalam bahasa Indonesia Standar Prosedur Operasional (SPO). Setiap saat pembuatan SOP ini terus disempurnakan. Hingga kini sudah ada 35 buku standar pelayanan yang berisi  798 SOP yang berlaku diseluruh unit yang ada di RSON. Ini adalah jumlah SOP RSON yang akan diotorisasi pada kegiatan ini.

Dr.dr.Basuki Supartono, SpOT, FICS, MARS mengingatkan, SOP sangat penting untuk menjamin konsistensi, efisiensi,profisiensi, kontuinitas dan transparansi layanan publik.
SOP sangat bermanfaat bagi para pelaksana layanan dan penerima layanan. Beberapa manfaat SOP antara lain sebagai dasar hukum (legalitas) pelaksanaan kegiatan, petunjuk pelaksana kegiatan, memastikan kualitas layanan, melindungi pelaksana dan penerima layanan, memberikan rasa aman dan nyaman bagi penerima layanan, meningkatkan kompetensi dan kapabilitas SDM, menghindari penyimpangan prosedur, sebagai alat ukur keberhasilan kinerja dan membangun penghargaan dan kepercayaan masyarakat. (rth)